Entry: Kok bisa mirip ya? Thursday, February 21, 2008



Apa kemiripan antara Hizbullah dengan Nazi?

1. They both hate Jews. Sama - sama menginginkan pemusnahan bangsa Israel / Yahudi. Yang satu karena menganggap rasnya lebih mulia, yang lain menganggap bangsa Yahudi itu keturunan monyet dan babi.

2. Militerisme - Facisme. Sama-sama memakai perang sebagai penyelesaian masalah, sama-sama menganggap diri paling benar.

3. Sama - sama pake agama untuk cari dukungan. Yang ini no komen deh. Nanti ada yang ngamuk.

4. Salam / salutenya mirip. Ini dia! Entah sengaja mengkopi untuk nakut-nakutin, beda negara, beda budaya, agama dan zaman, tapi kok mirip ya?


Salam Hizbullah

Salam Nazi

   4 comments

yohanes
July 22, 2009   04:26 AM PDT
 
lu keristen ama yahudi itu kaya tai semua...kalo mau lu perang ama tentara malysia.......mampus lu yesus!!!!! anjing
lukas marpaunk
July 22, 2009   04:24 AM PDT
 
yesus itu anjing.......!!!!!
Jephman
September 11, 2008   04:10 PM PDT
 
@ Ivan Manurung

Begini juga kawan, saya tidak tahu pengertian kamu mengenai provokasi.

Tapi apa yang saya tulis itu fakta. Kalau Hizbullah mirip Nazi itu ada fakta kemiripannya spt yg saya tulis diatas.

Saya tidak mebulis, bahwa Hizbullah itu mirip Metalica misalnya, karena memang gak mirip. :P Kecuali kalau saya tulis Hizbullah itu mirip Opusdei dalam novel Davinci Code yang rela bunuh diri dan bunuh orang lain demi agama, nah..itu fitnah namanya, bukan provokasi lagi, dan itu pantas kamu marah. Padahal tidak begitukan? :P

Cinta damai itu bukan diam saja ketika kejahatan merajalela. Itu bodoh namanya.

Kalau dibilang muslim tidak menindas yg non muslim di Indonesia, itu karena Indonesia masih berdasarkan Pancasila, bukan negara Islam. Lain halnya kalau negara Islam, mbok ya baca koran atau dengar berita. Pernah dengar istilah Dhimi/Dzhimi?

Apa yg terjadi di Filipina itu krn muslim memang ingin mendirikan negara sendiri . Didorong ayat quran yg melarang muslim membiarkan non muslim menjadi pemimpin. Jadi siapa yg bikin ulah?


ivan manurung
September 7, 2008   11:37 PM PDT
 
begini kawan... saya salut dengan kreatifitas anda dan keberanian anda mengungkap isi hati anda. tapi kalau anda mengatas namakan diri anda itu orang yang cinta damai, mengapa anda menyebar provokasi SARA di internet?
pandangan anda keliru kalau hanya berdasarkan asumsi dan informasi yang didapat hanya dari satu sumber...
sebagai seorang penulis, bukankah kita harus bersikap skeptis dalam menyikapi sebuah info agar kita bisa lebih objektif.

pernahkah anda melihat lebih jauh mengapa ada orang islam berbuat anarkis keppada manusia lainnya?
coba diteliti alasannya?
saya bukannya membela, tapi islam sebenarnya tidak pernah memaksakan agama kepada oran lain yang berbeda agama.

syukurlah di Indonesia, kondisi berbeda dengan philipina atau negara lain dimana umat islam yang minoritas selalu ditindas.

di indonesia, kita dapat berdampingan dengan akur walaupun islamlah yang menjadi mayoritas...

saya memohon kepada anda agar tidak lagi memancing provokasi.

saya rasa kalau anda memang benar-benar cinta damai anda pasti paham.

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments