|
bunglon
binatang berkaki empat
sejenis kadal, termasuk reptilia,
dapat mengubah
warna kulit sesuai lingkungan,
matanya dapat berputar untuk
melihat 2 objek sekaligus
secara simultan dan independen,
dapat memanjangkan lidah
untuk menangkap mangsanya.
Karena tidak ada organ telinga,
kemungkinan binatang ini tuli.



Awalnya sih ngumpulin packaging / label berbagai produk yang mirip-mirip, tapi lama-kelamaan susah juga nyarinya. Mungkin udah abis kali. Jadinya ya nyari-nyari kepalsuan aja. Apa kek tuh artinya ... bagi yang pertama kali kesini, dikanan bawah ada link "Next Page" buat ngelihat postingan sebelumnya

Turut Mengaspal:
Dirjen HAKI
Dirjen POM
Gombalabel
Knockoff*Project
Gateway to Kretek
Museum of Counterfeit Goods
Museum of Hoaxes
Truth or Fiction?
YLKI
Free Web Site Counter





|
Jadi Sebenarnya Mereka Kawin..eh..Nikah Gak Sih? « ASPAL : asli atau palsu ?
Wednesday, February 28, 2007
Jadi Sebenarnya Mereka Kawin..eh..Nikah Gak Sih?
UDAH KAWIN APA BELOM NIKAH? ASPAL POLLING Dalam penelitian terdahulu, banyak Zoologis yang berpendapat kalau banyak species binatang yang setia terhadap pasangannya. Ternyata sekarang mereka punya bukti kuat kalau di dunia binatang kehidupan monogami tidak selalu eksklusif.  Ini termasuk "role model" simbol kehidupan monogami burung Angsa dan burung Merpati. Dalam penelitian tersebut ternyata Angsa melakukan "kawin kontrak" untuk jangka waktu tertentu dengan pasangan ekstra. Diantara semua species dunia binatang, 90% species Avian (burung) melakukan monogami, hanya 3% Mamalia yang monogami walaupun didalamnya sampai 15% terdapat dalam species-species Primata. Diluar itu terdapat juga sejumlah kecil dalam Reptil, Ikan dan Serangga. Yang mengherankan, species Buaya yang dalam dunia manusia diidentikan dengan "mata keranjang", padahal sebenarnya monogamis sejati, baik sosial maupun seksual. Buaya sangat setia kepada pasangannya walaupun sang betina "berhalangan" misalnya sedang mengandung/mengerami telur. Jadi seharusnya simbol kesetiaan bukan Angsa, Buaya lebih pas Makanya orang Betawi memilih roti Buaya daripada roti Angsa. Jadi, di dunia binatang, praktek monogami itu sangat-sangat jarang. Ada yang secara sosial bermonogami tapi secara seksual tidak, alias gonta-ganti pasangan. Gowaty (1) memperkirakan dari 180 species yang secara sosial monogami hanya 10%nya yang secara seksual monogami.  Jarangnya praktek monogami dalam dunia binatang terkait erat dengan faktor genetika. Seperti kita ketahui, semakin dekat relasi gen satu species dan melakukan perkawinan, kemungkinan mendapat gen "yang itu-itu" saja membuat species itu memiliki banyak kelemahan, salah satunya daya tahan tubuh. Paling sering ditemui adalah species yang albino atau bule dan yang paling ditakutkan adalah penurunan kualitas mental dan fisik.  Saya tidak tahu apakah penelitian-penelitian diatas termasuk mengamati apakah pejantan Angsa melirik kepada janda-janda Angsa dalam rangka pasangan ekstra tersebut. Tentu saja apakah terkait dengan keinginan menolong sesama terutama Angsa yang tak bersuami-tak berbapak lagi. Yang jelas bentuk sosial monogami tapi non seksual monogami ini dalam dunia binatang adalah untuk peningkatan status, perluasan teritorial dan kekuasaan, dan pemuasan kebutuhan birahi melalui berganti-ganti pasangan. Tapi yang patut diperhatikan, adalah jumlah species Primata yang melakukan monogami lebih banyak dan daripada species monyet. Seperti kita ketahui species Primata memiliki intelektualitas lebih baik dari species monyet. Saya jadi teringat pembedaan kata "kawin" dan "nikah" oleh teman saya. Ketika ditanya : "eh, kamu udah kawin belom?", dia menjawab : "Kawin sih sering, nikah belom". Walaupun sekedar bercanda, sebetulnya teman saya sedang mengakui bahwa ada makna berbeda dari sekedar kawin atau menikah yg dianggap lebih serius. Kawin disana bermakna Eros yaitu nafsu seksual atau cinta sedangkan Nikah dimaknai Storge> atau kasih setia kepada keluarga. Jenis-jenis "cinta" lainnya adalah kasih Agape, yang terkait erat hubungan antara Sang Pencipta dengan CiptaanNya, lalu ada Philia yang bermakna persahabatan, termasuk cinta pada komunitas, bangsa dan negara. Perbendaharaan bahasa Indonesia lebih lengkap untuk memaknai hal ini. Dalam bahasa Inggris sulit membedakan mana "kasih" mana "cinta" karena semuanya dikenakan kata "love". Pencampuradukan makna Kasih dan Cinta ini sebenarnya berbahaya, karena tidak membedakan mana kasih mana nafsu seksual. Ketika sepasang remaja menyatakan "Aku cinta kamu" tentu yang dimaksud belum tentu Storge, malahan kemungkinan besar adalah Eros. Apalagi kalau sudah sampai jenjang perkawinan..eh..pernikahan, pencampuradukkan makna Storge dan Eros ini dilakukan...wah kacau deh!
Walopun gak ada hubungannya dengan dunia binatang dan monyet, Apakah menurut Anda Angel Lelga melakukan perkawinan ...ehh..pernikahan dengan Aman Jagau?
Silahkah berikan suara Anda disebelah kiri bawah. Jangan lupa untuk memberi komentar Anda!
(1) Patricia Adair Gowaty. Reported by Morell, V. (1998). Evolution of sex: A new look at monogamy. Science, 281, 1982-1983.
Diaspalkan 04:49 pm oleh Jephman
 |  |  | abimono May 23, 2008 04:53 PM PDT
coba liat komentar di sini deh:
http://abimono.blogspot.com/2007/12/rationale.html |  |
 Â
|