|
bunglon
binatang berkaki empat
sejenis kadal, termasuk reptilia,
dapat mengubah
warna kulit sesuai lingkungan,
matanya dapat berputar untuk
melihat 2 objek sekaligus
secara simultan dan independen,
dapat memanjangkan lidah
untuk menangkap mangsanya.
Karena tidak ada organ telinga,
kemungkinan binatang ini tuli.



Awalnya sih ngumpulin packaging / label berbagai produk yang mirip-mirip, tapi lama-kelamaan susah juga nyarinya. Mungkin udah abis kali. Jadinya ya nyari-nyari kepalsuan aja. Apa kek tuh artinya ... bagi yang pertama kali kesini, dikanan bawah ada link "Next Page" buat ngelihat postingan sebelumnya

Turut Mengaspal:
Dirjen HAKI
Dirjen POM
Gombalabel
Knockoff*Project
Gateway to Kretek
Museum of Counterfeit Goods
Museum of Hoaxes
Truth or Fiction?
YLKI
Free Web Site Counter





|
Injil-Injilan dan Kedewasaan Kita « ASPAL : asli atau palsu ?
Friday, November 17, 2006
Injil-Injilan dan Kedewasaan Kita
ASPAL EDISI KHUSUS
Injil-Injilan dan Kedewasaan Kita
Sebenarnya bukanlah hal yang
baru dan mengagetkan di umat Kristen kalau ada "Injil-injil"ť
lain di sekitar 4 injil yang dikenal dan diterima umat Kristen
sekarang. Bagi mereka yang pernah belajar Kekristenan sedikit lebih
dalam mestinya mengetahui mengenai Kanonisasi Alkitab dimana dikenal
adanya injil-injil lain selain yang ditulis Matius, Markus, Lukas dan
Yohanes. Selain ke4 injil yang diterima itu, ada pula Injil Kebenaran,
Thomas, Petrus, Ibrani, Injil Ke12 Rasul, Injil Mesir, Nicodemus,
Philipus dan bebeerapa waktu lalu yang diterbitkan oleh Gramedia adalah
injil Yudas.
Jauh sebelum Injil Yudas yg baru terbit ini di Indonesia sudah
ada injil Barnabas yang anehnya justru banyak beredar dikalangan umat
Islam. Mungkin karena isinya sejalan dengan agama Islam, walaupun kalau
mau jujur, banyak juga isinya yang nggak sesuai bahkan dengan acuan
sesederhana seperti dari sudut geografis sekalipun.
Dari segitu banyak kitab-kitab Injil itu, mengapa hanya ke-4 Injil yang
diterima?. Untuk menjelaskannya satu-persatu tentu nggak cukup disini.
Jadi silahkan aja melakukan riset sendiri, ketik kata kunci "injil
gnostik"di Google misalnya.
Secara singkat, mengapa Injil-injil lain nggak diterima dan hanya ke 4
Injil itu, pertama karena para penulis injil-injil tersebut tidak
pernah hidup bersama atau minimal sejaman dengan Yesus (Matius, Markus
& Yohanes adalah orang yang kenal bahkan murid dan adik Yesus
sendiri. Lukas hidup dalam abad pertama setelah Yesus disalib). Bahkan
sebagian bukan penulis dari nama mereka yang dipakai sebagai judul
injilnya. Kedua, isinya nggak bertentangan dogma kekristenan.
Kebanyakan Injil-injil tersebut adalah injil Gnostik, yang salah satu
ajarannya menganggap diri sebagai keturunan Tuhan yang Esa.
Masih banyak kriteria-kriteria lainnya tapi dua ini bagi saya sudah
cukup lagipula sudah banyak yang membahasnya dengan baik di situs-situs
Kristen.
Saya kaget setengah hidup ketika mendengar ada doktrin yang menyatakan
bahwa Nabi Isa membawa KITAB Injil ke dunia ini. Yang namanya
Injil tidak mengacu kepada sebuah benda semacam buku atau gulungan
kertas/kulit yang berisi tulisan. Injil berasal dari kata Yunani
"Euangelium"ť, yang artinya warta, berita atau kabar yang baik. Jadi
jelas bentuknya bukan buku. Yesus nggak pernah muncul dengan sebuah
buku/kitab ditanganNya layaknya tukang kredit yang sedang keliling
nagih utang.
Entah mengapa opini begini banyak berkembang di negara tercinta ini.
Yang Yesus bawa adalah KABAR BAIK bahwa keselamatan yang melalui Tuhan
sudah datang ke bumi ini. Injil atau Kabar / Berita / warta yang baik
ini direkam oleh penulis yang menuliskannya. Hasil rekaman dalam bentuk
tulisan inilah yang dinamakan Kitab Injil.
Semenjak terbitnya novel The DaVinci Code banyak terbitan lain yang
sepertinya katakanlah memiliki misi “menghajar” keimanan Kristen.
Terbitan lain disini bukan hanya buku, tapi juga dalam bentuk VCD,
majalah yang bisa kita temukan dengan mudah mulai pinggir jalan
(VCD dan majalah) sampai di toko-toko buku besar di mal
yang mentereng.
Yang saya sayangkan mengapa terbitan buku-buku, majalah dan VCD
tersebut berkaitan dengan agama mayoritas di negara ini. The Da Vinci
Code terbitan Serambi dengan jelas berafiliasi dengan agama tertentu.
Belum lagi misalnya buku sang mantan suster atau mantan pendeta
misalnya.
Saya tidak tahu kalau Gramedia punya misi yang sama tapi peristiwa ini
mengatkan saya ketika dahulu buku Salman Rusdie "Satanic Verses"ť
terbit, boro-boro sempat diterjemahkanpun sudah langsung di-banned.
Sampai pejabat negeri tercinta setingkat menteripun sudah turun
tangan. Saya nggak tahu ya, mungkin ini yang dimaksud
pengejawantahan reformasi yang salah satunya adalah kebebasan
berpendapat oleh pemerintah sekarang.
Saya membayangkan misalnya kejadian yang sama dibalik. Salah satu
penerbit Kristen misalnya menerbitkan buku terkutuk terfatwa matinya si
Salman Rusdhie misalnya. Hal-hal yang mengerikan langsung muncul di
kepala saya ini. Bukan hanya menteri yang turun tangan, jin iprit, jin
tomang bahkan preman berjenggot dapat dipastikan juga bakalan turun
tangan.
Saya tidak akan membahas perbantahan atas terbitan-terbitan tersebut.
Saya pribadi menyetujui terbitan-terbitan semacam itu, karena secara
langsung merasakan sendiri khasiatnya yang mendewasakan keimanan. Hal
ini mungkin juga dirasakan umat Kristen lain. Awalnya sih agak gemes,
"kok boleh ya?" gitu kira-kira muncul di kepala. Tapi lama-kelamaan,
justru jadi menambah wawasan. Saya awalnya takut bakalan muncul
aksi-aksi demo di toko buku Gramedia misalnya, dengan aksi pembakaran
bendera atau foto pemimpin Gramedia dan diikuti aksi boikot produk
Gramedia atau yang paling gila ancaman bom sampai aksi meledakkan diri
umat Kristen di toko buku itu misalnya. Tapi nggak terjadi tuh, untung
saja.
Kenapa ya?
Diaspalkan 03:43 pm oleh Jephman
 |  |  | Aspal February 16, 2007 08:50 AM PST
Yg memperdebatkan cuma 2:
1. Mrk yg banyak tahu, jd tahu apa yang diperdebatkan
2. Yang nggak tahu tapi sok tahu
Paus hanya pemimpin sebuah lembaga (gereja), jadi ajaran2nya ya hanya untuk pengikutnya (katolik). Mungkin mirip2 MUI untuk Islam Sunni, atau Muhamadiyah/ NU. Mereka yg Syiah/Ahmadiyah tentu ada yg perdebatannya.
Sex bebas jelas dilarang Tuhan & merupakan dosa besar. Mereka yg begitu langsung ditindak tegas.
Kalo mau jujur & mau introspeksi, rasanya yg namanya oknum banyak bertebaran dimana2 dan kasusnya bukan cuma seks bebas, tapi dari poligami sampai pembunuhan massal jg ada.
BTW, rasanya saya membahas ttg injil.
:)
|  |
  |  |  | Orang^ISlam^ February 16, 2007 05:40 AM PST
saya Rasa banyak hal yang di perdebatkan dalam "tubuh" kristen sendiri yaitu mengenai tentang makna ketuhanan dan ajaran2 paus...
ketika paus mengatakan bagi pendeta di larang utk menikah, apakah itu yg terjadi..Justru banyak Pastor dan Suster "sialan" yg melakukan "sex bebas" dan akhirnya ini mencoreng nama kristen sendiri kan...
Nah sekarang..coba anda renungkan, masih banyak contoh yg lain di "tubuh" kristian...
Betul Tidak?? |  |
  |  |  | miund January 23, 2007 03:31 AM PST
the da vinci code itu fiksi, walau disertai riset yang mendalam. buat saya, fiksi tetap fiksi walau apa yang dirisetkan barangkali benar juga.
nggak ada alat untuk mengukur keimanan. sebab itu, nggak ada manusia yang bisa dan boleh men-judge apakah keimanan benar-benar runtuh atau masih kokoh berdiri. yang berhak cuma Tuhan.
salam kenal :) |  |
  |  |  | Aspal January 22, 2007 08:39 AM PST
Tidak ada yg nggak sinkron...kayaknya kamu harus belajar lebih dalam
Dan hal ini baik, krn kamu berarti orangnya kritis dan Tuhan ingin kamu lebih dalam lagi berhubungan denganNya
GBU |  |
  |  |  | olyvia January 17, 2007 07:12 PM PST
yang diperdebatkan kan sebenernya bukan ada atao tidaknya Tuhan yang kita imani selama ini. Tapi apa benar kita yang menyebut orang kristen tau sejarah agama yg kita anut ato cm di telan mentah2? coba deh pikir lbh terbuka, byk loh yg ga singkron antara ajaran Yesus dengan ajaran paulus!! bingung gua... |  |
  |  |  | Aspal January 12, 2007 08:13 AM PST
walah...Saviour kebanyakan nonton X files!!! hehehehe :P |  |
  |  |  | Savior January 11, 2007 01:27 PM PST
selama ini kita seperti katak dalam tempurung, menganggap apa yang diajarkan sejak kecil itu yang benar, padahal itu belum tentu benar, the truth is out there. |  |
  |  |  | Ira January 5, 2007 03:40 PM PST
Huhuhuhuhu.. Mampir...
Hehe, dunia bole berbuat apa aja. Semuanya bole nulis ato menerbitkan apapun, dan Tuhan tetap yang berkuasa... I guess HE needs no lawyers.. |  |
  |  |  | thya December 22, 2006 01:06 PM PST
Aku pun sangat setuju sekali dengan paman Tyo !!!
Kalo cuma baca buku-buku sesuai dengan "yang kita inginkan" hanya membuat pikiran kita tidak berkembang (rasanya). Jadi memang harus dapet therapy dari sesuatu yang lain sama sekali, termasuk yang mengguncang iman.
BTW apa sudah membaca buku "The Gospel of Judas" ? hehehe... |  |
  |  |  | Paman Tyo December 22, 2006 09:22 AM PST
Jangan membayangkan yang ngerri2 gitulah. :)
Saya sih menyetujui penerbitan buku2 yang "mengguncang iman". Orang harus dilatih untuk dewasa. :) |  |
 Â
|